Category Archives: Social Living

Melakukan Onani Itu Tidak Berbahaya!!!


MungkinĀ  sebagian dari kita menganggap bahwa melakukan Onani masih merupakan hal yang tabu untuk di bicarakan. Sesungguhnya, onani merupakan hal yang layak dan pantas untuk di bicarakan, terutama bila melihat perkembangan zaman saat ini.

Para pria dewasa maupun remaja yang sedang memasuki tahap pertumbuhan, baik secara fisik maupun psikis pasti pernah melakukan hal ini.

Lalu mengapa mereka memilih untuk melakukan onani? Mungkin saja di karenakan tidak mempunyai pasangan alias jomblo (jaman sekarang seks bebas di kalangan remaja sudah menjadi hal yang lumrah). Atau bisa saja karena mencari aman, terhindar dari kehamilan di luar nikah dan penyakit kelamin yang mungkin saja terjadi karena melakukan seks bebas.

Ada mitos dan anggapan yang mengatakan bahwa melakukan onani secara berkala akan mempengaruhi kesehatan fisik dan psikis, bahkan dapat juga menyebabkan ejakulasi dini. Namun semua itu sesungguhnya hanya merupakan mitos dan anggapan yang salah.

Menurut Dr. Boyke, seorang pakar di bidang seks, onani justru tidak berpengaruh sama sekali dengan kesehatan kita. Secara psikis, onani bahkan dapat meredakan ketegangan seksual tanpa harus melakukan kontak seksual. Rasa cemas, berdosa dan rasa takut pada saat melakukan onani-lah yang justru menyebabkan gangguan psikis. Saat ini, onani/masturbasi adalah salah satu cara yang di gunakan untuk mengatasi ejakulasi dini. Onani sebenarnya sama seperti melakukan hubungan seksual, bedanya onani di lakukan sendiri, sedangkan hubungan seksual dilakukan dengan pasangan.

Jadi untuk yang gemar melakukan onani, jangan-lah khawatir, karena onani sama sekali tidak akan berpengaruh buruk pada kesehatan kita

Advertisements

Leave a comment

Filed under Love Live Life, Social Living

Damai Itu Indah


Belum lama ini, kita telah kehilangan salah seorang tokoh bangsa yang sangat besar. Besar dalam artian pengaruhnya dan kontribusinya bagi bangsa kita tercinta. K.H Abdurrahman Wahid, atau yang biasa kita sapa Gus Dur telah berpulang ke Rahmatullah, meninggalkan kita semua. Begitu banyak kebaikan dan hal – hal yang sangat berarti yang sudah beliau persembahkan bagi negara ini.

Gus Dur adalah seorang tokoh fenomenal, dimana terkadang banyak dari kita yang merasa kebingungan atau bahkan mungkin tidak sefaham dengan pola pikir beliau. Namun, bagi saya, Gus Dur adalah orang jujur, polos, berani dan lugas dalam memberikan pendapat. Apa yang ada di dalam pemikiran beliau, mungkin tidak pernah sedikitpun ada di dalam benak kita.

Salah satu peninggalan Gus Dur yang hingga kini menjadi salah satu peninggalan penting bagi bangsa ini adalah, menjunjung tinggi rasa hormat – menghormati dan harga – menghargai antar sesama umat beragama dalam satu kesatuan, yaitu, Republik Indonesia. Kita, sebagai warga negara Republik Indonesia, tentunya sudah mempelajari hal – hal seperti ini. Mulai dari sekolah dasar, hingga duduk di bangku kuliah, kita sudah mengenal mata pelajaran PPKN, Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan. Akan tetapi, dalam praktiknya, kita justru malah sering lupa. Seperti yang kita ketahui, pada jaman orde baru, agama yang di akui di Indonesia berjumlah 5, namun sejak Gus Dur menjadi Presiden, kebebasan memeluk agama lebih di jamin. Terbukti dengan di jadikannya IMLEK sebagai libur nasional, dimana pada waktu kepemimpinan Presiden Soeharto, hal tersebut menjadi tabu bagi saudara – saudara kita warga negara Indonesia keturunan Tionghoa. Meskipun, terkadang kebebasan itu di salah artikan oleh sebagian orang, dan kemudian menjadi kebablasan.

Indonesia adalah sebuah negara yang plural, nergara yang terdiri dari berbagai macam suku bangsa dan agama. Sebelum kita bahas lebih jauh, sebelumnya mari kita coba mengetahui arti kata dari plural itu sendiri.

Apa itu plural? pluralisme? Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia,

kira – kira mempunyai arti sebagai berikut :

Plural : jamak, lebih dari satu

Pluralisme : keadaan masyarakat yang majemuk (bersangkutan dng sistem sosial dan politiknya)

Dari pengertian diatas, saya mengambil kesimpulan bahwa pluralisme adalah, sebuah kondisi dimana di dalam suatu negara/wilayah terdapat berbagai macam suku bangsa dan agama yang memiliki watak dan tingkah laku yang berbeda, sesuai dengan kepercayaan dan keyakinannya masing – masing. Jadi sangat jelas, bahwa negara Indonesia, yaang walaupun masyarakatnya mayoritas umat Muslim, namun juga memiliki keberagaman. Hendaknya lah kita sebagai warga negara Indonesia, menjunjung tinggi nilai – nilai kebersamaan, saling menghargai dan saling menghormati. Karena, secara tidak langsung, terkadang, ke-egoisan diri kita masing – masing membuat kita lupa akan hal tersebut, dan lalu memicu berbagai macam persoalan yang seharusnya tidak perlu terjadi apabila kita menyadari makna dari pluralisme tersebut. Saya adalah seorang muslim, dan saat ini, saya tinggal satu rumah dengan sahabat saya yang kebetulan beragama Hindu. Dan kami saling menghormati satu sama lain. Tidak pernah terjadi perselisihan yang berarti, apalagi jika berkaitan dengan agama. Hal – hal seperti inilah yang sangat perlu kita terapkan dalam kehidupan kita sehari – hari. Nilai – nilai kebersamaan dan satu kesatuan sebagai warga negara Indonesia. Nilai – nilai seperti inilah yang di wariskan oleh Gus Dur, sehingga beliau sangat banyak mendapatkan penghargaan, baik dari dalam, maupun luar negeri. Sehingga tidak salah, kalau beliau di nobatkan sebagai bapak Pluralisme!

Sebagai seorang muslim, yang merupakan mayoritas di negara ini, saya sangat – sangat menghormati saudara – saudara saya yang berbeda, baik agama, suku dan adat istiadat. Kebetulan saya juga tinggal di Yogyakarta, yang merupakan Indonesia mini. Saya menghormati umat Nasrani yang merayakan Natal, dan mungkin saudara – saudara yang beragama Nasrani juga bisa menghormati keyakinan dalam agama saya, yaitu Islam, yang memang melarang kami mengucapkan selamat Natal, kecuali mungkin bagi pemimpin.

Jikalau kita menyadari ini, tentunya tidak akan menjadi sebuah polemik, atau sebuah perdebatan yang akhirnya justru akan menimbulkan permusuhan di antara kita. Saya yakin seyakin yakinnya, tidak ada satu agamapun di dunia ini yang mengajarkan kita untuk saling bermusuhan, termasuk Islam. Percayalah, Islam itu adalah agama yang lembut, tidak pernah mengajarkan kekerasan. Untuk itu, seandainya ada seseorang, atau sekelompok orang yang berbuat keonaran, terror dan sebagainya, dan mengatasnamakan Islam, sesungguhnya mereka bukanlah bagian dari kami. Kita semua pasti menginginkan kedamaian, menginginkan ketentraman, menginginkan ketenangan, menginginkan bangsa ini terbebas dari konflik – konflik sara.

Maka dari itu, marilah, mulai saat ini, kita bersama – sama bergandengan tangan, tidak saling menghujat, tidak saling menghina dan menjatuhkan. Bersama – sama kita bangun negara kita yang semakin lama semakin bobrok ini. Mari kita ciptakan suasana kondusif, suasana nyaman, damai dan harmoni. Karena sesungguhnya kawan, saudara – saudaraku tercinta, Damai Itu Memang Indah……..

Leave a comment

Filed under Love Live Life, Social Living

Bagaimana Cara Melupakan Seseorang


Cinta, oh cinta. Belum pernah ada yang mampu mendefinisikan kata ini dengan sebenar-benarnya. Itu menurut gw si, hehe. Cinta memang misterius, ga akan pernah bisa di tebak, ga bisa di raba – raba, ga bisa di kira – kira. Kita ga akan pernah bisa merencanakan, kapan kita jatuh cinta, dengan siapa kita jatuh cinta, dan bagaimana cara mengatasinya. Jatuh cinta itu, terkadang sangat indah, terkadang juga sangat menyakitkan, tergantung keadaan, dan tergantung bagaimana kita Menyikapinya. Cinta itu memang membutakan, kita akan melakukan apa aja demi orang yang bener – bener kita cinta. Dan ketika orang yang kita cintai ternyata tidak mempunyai perasaaan yang sama dengan kita, kita pasti akan merasakan luka yang sangat mendalam. Saat itu, kebanyakan dari kita berharap kita ga pernah di lahirkan di dunia ini. Begitu besarnya kekuatan cinta itu sendiri membuat kita sangat sulit untuk melupakan orang yang bener – bener kita cintai. Hmm, melupakan itu sulit, jauh lebih sulit dari memaafkan. Tetapi, kita harus sadar, kehidupan itu harus terus berjalan, dan kita ga boleh jatuh hanya karena seseorang yang kita cintai, pergi meninggalkan luka buat kita. Menurut pengalaman gw sendiri ( karena gw pernah mengalami masa – masa yang sulit dalam hal melupakan seseorang ) kira – kira ada beberapa hal yang harus kita lakukan untuk melupakan seseorang atau bahkan untuk tidak melupakannya sama sekali :

  • Jangan menyimpan luka
    Untuk hal yang satu ini, kita harus benar – benar memutuskan, apakah kita benar – benar ingin melupakan seseorang, ataukah kita ingin menjadikannya kenangan seumur hidup kita. Kalau kita memang benar – benar mau melupakan seseorang, jangan sekali – sekali menyimpan segala sesuatu yang akan mengingatkan kita pada orang itu. Photo, video, bahkan barang – barang yang mungkin pernah dia berikan untuk kita, sebaiknya segera disingkirkan. Karena jika kita terus menyimpannya, itu artinya kita menyimpan luka, membiarkan diri kita terus berada dalam bayang – bayang orang itu.
  • Carilah Kesibukan
    Kita biasanya selalu teringat dengan seseorang yang telah menyakiti kita, ketika kita sedang berada dalam kekosongan. Biasanya ketika kita tidak sedang melakukan apapun. Maka dari itu, carilah kegiatan yang akan membantu kita untuk tidak mengingat orang yang telah menyakiti kita. Kalau bisa, cari kegiatan berkala, buat diri kita sesibuk mungkin, sehingga untuk makan saja kadang kita lupa, apalagi buat mengingat seseorang yang telah menyakiti kita.
  • Hindari Menyendiri
    Ga bisa di pungkiri, pada saat mempunyai masalah, kita terkadang lebih suka menyendiri, ga suka di ganggu. Ubah kebiasaan itu, karena itu ga akan membantu kita untuk melupakan seseorang. Carilah teman sebanyak – banyaknya, pergilah bersenang – senang, carilah teman yang benar – benar bisa mengerti kita.
  • Cari Tempat Baru
    Hindarilah pergi ke tempat – tempat yang mengingatkan kita pada dirinya, hindarilah segala sesuatu yang berkaitan dengan dirinya. Pergilah sejauh – jauhnya dari kehidupan yang dia sukai. Janganlah kita mengikuti kegiatan yang diapun menyukai kegiatan tersebut. Cari tempat baru, carilah kegiatan baru dimana kita ga akan pernah mengingatnya lagi. Jangan mendengarkan lagu yang dia suka, jangan menonton film yang dia suka. Hindarilah bertemu langsung dengan dirinya, karena itu akan menyakitkan.
  • Belajar Memaafkan
    Belajarlah untuk memaafkan, bagaimanapun sakitnya hati kita, maafkanlah dia, karena dengan memaafkan, niscaya kita akan lebih mudah untuk melupakannya.
  • Bukalah Hatimu
    Ini dia, Mungkin adalah hal tersulit yang harus kita lakukan. Cinta itu memang membutakan. Membuat kita takut, takut terjatuh lagi, takut salah. Percayalah, cinta itu ga pernah salah. Memang, apabila kita merasakan cinta yang begitu besar terhadap seseorang, biasanya kita merasa bahwa kita tidak akan pernah mendapatkan perasaan seperti itu, atau bahkan kita tidak pernah mau untuk merasakan perasaan seperti itu. Kita salah, dan kita akan terus terjebak dalam keadaan putus asa yang berlebihan. Sebenarnya, cara inilah yang akhirnya berhasil buat gw. Bukalah hati kita untuk orang lain selain dia, jangan hanya terpaku pada keadaan seakan – akan hanya dialah manusia di dunia ini yang patut kita cintai. Salah besar, karena mungkin di luar sana, ada seseorang yang memang di ciptakan Tuhan untuk kita cintai dan untuk mencintai kita. Jangan pernah takut.
  • Cintailah Tuhan Diatas Segalanya
    Ini yang paling sering kita lupakan dalam hidup kita. Tuhan! Yakinlah, dan percayalah, bahwa Tuhan Maha Mengetahui, jauh lebih tahu segalanya di banding kita. Tuhan pasti tahu yang terbaik buat kita, walaupun terkadang berbeda dengan yang kita inginkan. Jangan pernah cinta kita terhadap manusia jauh melebihi cinta kita kepada Tuhan, Yakin bahwa Tuhan sedang memberikan kita cobaan, sedang mengingatkan kita bahwa Dialah yang mempunyai Kuasa atas segala sesuatu.

Selamat mencoba…..

Note: Ini pengalaman pribadi gw, untuk pertama kali memang berat, tapi perlahan – lahan gw bisa, dan gw harap ini bisa berguna buat kita semua. Sebelumnya, kita harus benar – benar memutuskan, apakah kita memang ingin melupakan, atau ingin menjadikannya sebagai sebuah kenangan, That’s your choice.Jangan pernah takut jatuh cinta.. Semangat!!! šŸ™‚

Leave a comment

Filed under Love Live Life, Social Living

Prostitusi Terselubung Di Kota Jogja


Akhir-akhir ini, kita seperti di mabukkan dengan berita-berita seputar dunia situs pertemanan Facebook. Namun, berita yang di angkat yaitu merupakan efek negatif dari penggunaan facebook. Seperti yang pernah saya bahas sebelumnya dalam artikel ” Perlukah Facebook Di Haramkan?? “, saya sangat tidak setuju dengan judul berita ” efek negatif dari facebook “. Menurut saya, itu bukan merupakan efek negatif dari Facebook, melainkan sifat negatif dari pengguna facebook.
Selain kasus-kasus penculikan anak gadis di bawah umur, ada sebuah kasus yang masih hangat, yaitu tentang penjualan perempuan atau gadis-gadis di bawah umur melalui facebook. Atau mungkin lebih pantas kita sebut sebagai ” pelacuran ” atau ” prostitusi ” online yang kebetulan saja media yang di pergunakan adalah facebook. Kasus yang terjadi di Surabaya itu memang sangat memperihatinkan. Seharusnya kasus-kasus seperti inilah yang menjadi perhatian pemerintah, bukan lalu membuat RUU yang menjadi polemik di masyarakat, seperti RUU rpm konten maupun RUU nikah siri. Sungguh sangat tidak masuk di akal, ketika pemerintah berusaha “mengharamkan” pernikahan siri yang merupakan perbuatan yang sebenarnya tidak haram menurut Agama Islam, namun lalu berusaha melegalkan prostitusi dengan memungut pajak. Ironi memang, tetapiĀ  dalam kesempatan ini, saya tidak akan membahas tentang permasalahan tersebut.
Kasus yang terjadi di Surabaya bukan merupakan hal yang baru. Terutama bagi masyarakat Kota Jogja. Mengapa saya berkata demikian? Karena jauh sebelum adanya facebook, kasus yang terjadi di Surabaya tersebut sudah menjadi hal yang biasa terjadi di kota Jogja. Kota Jogja memang mempunyai tempat lokalisasi yang ” resmi ” dan terkenal, yaitu sarkem. Sarkem sesungguhnya merupakan singkatan dari jalan pasar kembang, jalan yang terletak di sebelah utara Jalan Malioboro. Lokalisasi ini merupakan sebuah kompleks perkampungan warga yang di alih fungsikan menjadi losmen-losmen yang berjejer. Lokalisasi ini terletak pada sebuah gang sempit dan berliku-liku, seperti labirin. Sangat kotor dan kumuh. Maka sangat wajar, apabila tarif dari para penjaja seks di sini bisa di bilang murah meriah :p.
Tetapi jangan salah, Sarkem hanya merupakan bagian terkecil dari besar dan maraknya prostitusi terselubung di Kota Jogja. Sebut saja Salon plus-plus. Di sepanjang jalan ringroad utara, dari arah bandara, dapat kita jumpai salon-salon yang menawarkan jasa pemijatan. Tetapi sesungguhnya, salon tersebut bukan melayani pemijatan yang sebenarnya. Salon tersebut juga menyediakan jasa “plus”, sama seperti ketika kita berada di Sarkem. Namun biasanya, tarif untuk penjaja seks di salon lebih mahal apabila di bandingkan dengan lokalisasi Sarkem. Kalau di sarkem tarifnya berkisar antara 70-100 ribu, sedangkan di salon plus tarifnya berkisar antara 100-200 ribu. Salon-salon tersebut menyediakan kamar-kamarĀ  khusus. Memang terlihat sangat rapi, karena dari luar hanya terlihat seperti sebuah salon kecantikan biasa.
Selain salon, prostitusi terslubung yang terjadi di Kota Jogja juga biasanya menggunakan iklan pada surat kabar lokal di Jogja. Biasanya terdapat pada iklan pengobatan. Dalam iklan tersebut, mereka menjual jasa pemijitan. Tetapi coba saja anda hubungi nomor telponnya, dan lalu tanyakan berapa tarifnya. Sangat mahal, karena memang, sesungguhnya bukan jasa pemijitan yang di tawarkan, namun jasa “plus” yang tentunya menggiurkan :-p. Prostitusi jenis ini ada dua macam, ada yang bisa di tempat (menyediakan kamar) dan ada yang khusus di panggil (kita menyewa kamar hotel). Tarifnya beragam, mulai dari 200 ribu short time, sampai 400 ribu. Harga di luar tarif menyewa kamar hotel.
Dan yang masih menjadi perbincangan yang hangat di kalangan masyarakat, yaitu melalui media Internet. Jauh sebelum adanya facebook, di Jogja sendiri sudah sangat biasa terjadi transaksi seks melalui media internet. Biasanya para penjaja seks atau bahkan mungkin mami atau germonya chating melalui MiRC, dengan nick yang bermacam-macam sehingga kita akan dengan mudah menemukannya. Lalu ketika ngobrol, mereka biasanya memberikan email friendster atau facebook untuk memperlihatkan poto-poto mereka. Mereka memberikan nomor telepon untuk kemudian kita hubungi. Tarifnya beragam, mulai 200-500 ribu short time tergantung negosiasi diluar biaya penyewaan kamar hotel.
Tetapi akhir-akhir ini, yang menjadi trend adalah seks di warnet. Memang prostitusi jenis ini tidak melayani hubungan badan, mereka biasanya hanya mau melayani oral seks, seperti maaf, menghisap kelamin pria. Prostitusi jenis ini biasanya di lakukan di sebuah warnet, dimana warnet tersebut mempunyai boks yang tinggi dan tertutup. Warnet tersebut terletak di kawasan ramai mahasiswa. Teman saya yang bekerja pada warnet tersebut mengatakan bahwa, pemilik warnet telah membayar sejumlah “uang keamanan” kepada seorang aparat TNI untuk menjamin terhindarnya warnet tersebut dari operasi-operasi yang di lakukan olah institusi yang berwenang. Jadi warnet tersebut merupakan tempat yang benar-benar aman untuk melakukan hal-hal yang berbau prostitusi.
Selain hal-hal tersebut diatas, di Jogja mungkin masih banyak lagi cara-cara yang di pergunakan oleh para pengusaha “esek-esek” untuk memasarkan “daganyannya” kepada konsumen. Inilah realita yang sedang kita hadapi bersama. Baik dan buruk, itu kembali kepada diri kita masing-masing. Atau mungkin, anda mau mencobanya??
BIG RESPECT!!!

Leave a comment

Filed under Love Live Life, Social Living

Perlukah Facebook Di Haramkan??


Kemarin saya membaca sebuah artikel di salah satu surat kabar lokal Yogyakarta. Isi artikelnya membahas tentang maraknya kejadian – kejadian negatif yang dilakukan oleh segelintir orang melalui situs – situs pertemanan, khususnya facebook. Salah satu kejadian yang masih segar dalam ingatan kita adalah, kejadian “diculiknya” seorang gadis dibawah umur bernama Nova, oleh seorang cowokĀ  yang baru saja di kenalnya melalui facebook. Ada yang janggal dengan kata “diculik”, menculik atau penculikan yang di ekspose media belakangan ini. Menurut hemat saya, Nova bukanlah di culik, melainkan memang ingin pergi bersama dengan kekasih yang baru saja di kenalnya melalui facebook. Namun, sangatlah wajar dan manusiawi apabila keluarga Nova sangat hawatir karena kepergian anak gadis mereka tidak melalui ijin terlebih dahulu, dan di lakukan dengan orang yang tidak mereka kenal sama sekali.

Lalu, terbentuklah sebuah opini, bahwa semua itu terjadi karena efek negatif dari situs – situs pertemanan yang ada saat ini, terutama facebook. Masyarakat lalu menilai, bahwa facebook merupakan sarana yang mempunyai banyak sisi negatif. Lalu di ceritakan lagi dalam artikel tersebut, bahwa pemerintah Mesir telah mengharamkan penggunaan situs Facebook, dengan alasan, makin banyaknya terjadi perselingkuhan di Mesir melalui facebook. Sungguh merupakan sebuah pemikiran yang sempit dan dangkal.

Mari kita mencoba untuk berpandangan lebih luas, bahwa segala sesuatu itu memang memiliki hal negatif dan hal yang positif pula. Seperti facebook, selain mempererat silaturahmi antar teman, facebook juga bisa di jadikan sarana menyampaikan informasi dan bahkan mungkin promosi usaha yang murah dan menguntungkan. Bukan hanya itu, facebook juga sering di gunakan untuk kampanye bagi orang – orang yang sedang mengikuti pemilu, entah sebagai calon legislatif, ataupun calon eksekutif, seperti Walikota, Gubernur atau bahkan Presiden. Facebook juga dapat di jadikan sarana untuk berdakwah, baik bagi umat Islam dan umat beragama lainnya. Bahkan facebook juga dapat digunakan untuk membangun dukungan dan membantu sesama. Terbukti pada kasus dua pimpinan KPK yang di zalimi oleh hukum di Indonesia. Dukungan facebooker dapat menjadi sebuah kekuatan yang akhirnya membebaskan dua pimpinan KPK tersebut dari ketidak adilan .Lalu, kasus koin untuk Prita dan masih banyak lagi yang lainnya.

Menurut saya, kasus yang menimpa Nova, bukanlah sebuah dampak negatif dari facebook. Itu merupakan kelalaian orang tua yang mungkin saja, kurang dalam melakukan pengawasan terhadap anaknya. Lalu, perlukah pemerintah Indonesia mengharamkan penggunaan facebook? Saya sangat tidak setuju. Menurut saya, bukan karena facebook lah semua dampak – dampak negatif itu terjadi. Tetapi, semua itu kembali kepada diri kita masing – masing, bagaimana caranya kita menyikapi kondisi yang berkembang saat ini. Pakah kita menelan mentah – mentah semua informasi yang kita dapatkan, ataukah kita menyaringnya terlebih dahulu
Apalagi jikalau melihat dari data yang berkembang, Indonesia adalah negara pengguna facebook tertinggi di ASEAN. Sekali lagi, marilah kita berpikiran luas, bahwa segala sesuatu itu, kembali kepada diri kita masing – masing.

BIG RESPECT!!!

Leave a comment

Filed under Love Live Life, Social Living