Tag Archives: pansus century

Century Episode Terakhir


Setelah kurang lebih selama tiga bulan menyaksikan sebuah pertunjukan drama sinetron yang berjudul pansus hak angket century, akhirnya tadi malam, drama carut marut tersebut berakhir sudah. Pandangan akhir dari 9 fraksi semakin menunjukan bahwa sebenarnya pansus hak angket century ini benar-benar merupakan sebuah permainan. Mungkin bagi masyarakat awam yang kurang mengerti politik seperti saya, sangat senang karena pansus yang menelan biaya sangat besar ini akhirnya selesai sudah. Walaupun, menurut saya, masih belum ada kejelasan.

Memang terdapat perbedaan pendapat pada wacana pengucuran dana bail out terhadap bank century. Fraksi Partai Demokrat dan Fraksi PKB memandang bahwa tindakan yang di lakukan pada saat itu merupakan tindakan yang sangat tepat. Berbeda dengan 7 fraksi lainnya yang menganggap tindakan tersebut adalah tindakan yang salah dan melanggar UU. Sebagian partaipun akhirnya berani menyebutkan nama-nama dari oknum yang bertanggung jawab. Contohnya, fraksi PDI, PKS dan Golkar. Meskipun terkesan seperti ingin menjatuhkan seseorang. Misalnya fraksi PKS yang secara terang-terangan menyebutkan bahwa Budiono dan Sry Muyani adalah orang yang paling bertanggung jawab pada kasus bail out century. Tetapi terhadap kasus merger bank century, semua fraksi idem, alias mempunyai pendapat yang sama, bahwa terdapat kesalahan pada proses merger bank century.

Lalu apakah semua ini mempunyai pengaruh yang besar terhadap rakyat banyak? Saya kira tidak, karena seperti yang pernah saya bahas sebelumnya, bahwa pansus hak angket century ini memiliki banyak kepentingan, yang sepertinya tidak ada satupun yang menyangkut kepentingan rakyat.

Membaca sebuah berita di Metrotvnews.com, Aburizal bakrie atau yang biasa di sapa ical, yang juga merupakan ketua umum DPP Partai Golkar mengatakan bahwa “kasus Bank Century merupakan salah satu kasus yang sebenarnya kecil di banding masalah lain yang lebih besar. Masih banyak masalah besar di bangsa ini. Bank Century hanya satu masalah,” (metrotvnews.com Polkam / Selasa, 23 Februari 2010). Pernyataan dari Ical sungguh sangatlah benar, dan bahkan mungkin dia juga mengakui secara tidak langsung, bahwa masih banyak kasus-kasus besar yang lebih merugikan rakyat di bandingkan kasus century. Lapindo contohnya, sebuah Ironi bahwa Ical sendiri mungkin tidak menyadari, bahwa perusahaannya telah menyengsarakan rakyat Sidoarjo. Dan sampai saat ini, Presiden bahkan tidak mempunyai perhatian sedikitpun terhadap masalah ini. Banyak juga selentingan kabar bahwa apa yang di lakukan partai Golkar saat ini adalah merupakan buah dari kekesalan Ical terhadap Sri Mulyani yang menemukan pelanggaran pajak yang dilakukan oleh Bakrie group, prusahaan yang dimiliki dan di pimpin oleh Ical. Apakah kabar ini benar atau tidak, Wallahhua’lam. Memang, moment pansus Century ini sangat tepat di gunakan sebagai lahan mencari simpati masyarakat. Sebagian besar masyarakat sepertinya mulai percaya, bahwa apa yang di lakukan pansusadalah untuk memperjuangkan kepentingan rakyat. Dengan “dikorbankannya” Budiono dan Sri Mulyani, berarti kita sudah kehilangan lagi orang-orang yang benar-benar pintar di bidangnya. Sungguh, suatu saat, kita mungkin akan menyesali hal ini.

Semoga saja, apa yang mereka lakukan disana, benar-benar untuk kepentingan rakyat semata, dan bukan untuk kepentingan perut mereka dan keluarga mereka. Semoga..


BIG RESPECT!!!

Advertisements

Leave a comment

Filed under Love Live Life, Political

Polemik Tentang Penyebutan Nama Pejabat Yang Bertanggung Jawab Dalam Kasus Bail Out Century


Akhir-akhir ini kita semua seperti disuguhi sebuah tontonan drama atau mungkin lebih tepatnya bila di sebut sebuah sinetron yang berseri berkelanjutan. Kasus bail out century merupakan sebuah fenomena gunung es, lingkaran setan yang tidak pernah berujung. Memang, heboh-heboh masalah century ini, di mulai sejak DPR menggunakan hak angketnya untuk membahas dan atau untuk menelusuri aliran dana bail out century yang di tengarai merugikan negara. Sebagian dari kita menunggu, tetapi sebagian dari kita mungkin juga merasa sangat muak, bosan dan bahkan mulai tidak percaya dengan kinerja para anggota pansus hak angket century.

Saya adalah seorang yang sangat wam ekonomi, sehingga saya sedikit kebingungan dalam mencari pokok permasalahan dari kucuran dana bail out century tersebut. Namun jikalau melihat tayangan televisi tentang pansus hak angket century itu sendiri, menurut saya, permasalahannya bukan lagi menjadi permasalahan ekonomi semata, melainkan sudah memasuki ranah politik.

Saya sebagai rakyat biasa sungguh sangat mahfum dengan kondisi ini, melihat bahwa, para anggota pansus terdiri dari anggota partai-partai politik yang duduk di DPR. Jikalau sebuah permasalahan sudah memasuki ranah politik, tentunya permasalahan tersebut akan mudah di belok-belokan. Sudah pasti akan ada banyak kepentingan yang bermain di dalamnya. Dalam dunia politik, itu sudah menjadi hal yang sangat wajar.

Setelah hampir selama tiga bulan bekerja, akhirnya, apabila tidak ada lagi perubahan dan halangan lainnya, maka hari ini Selasa, 23 Februari 2010, akan diadakan rapat paripurna untuk mendengarkan pandangan akhir dari sembilan fraksi anggota pansus hak angket century. Menjelang rapat paripurna terakhir malam ini, kembali terjadi sebuah perdebatan yang sangat sengit, antara yang mendukung penyebutan nama pejabat-pejabat yang bertanggung jawab dengan kelompok yang tidak menyetujui penyebutan nama-nama tersebut. Sebut saja, partai demokrat yang bersikukuh bahwa penyebutan nama-nama tersebut bukanlah hak dari pansus. Dan lalu, anggota fraksi partai demokrat juga terlihat sangat kecewa dengan partai-partai anggota koalisi yang justru berbalikĀ  arah dan mempunyai pendapat yang bersebrangan dengan partai demokrat.

Saya adalah orang awam, tetapi saya adalah salah seorang rakyat Indonesia yang mempunyai hak-hak sebagai warga negara. Untuk itu, bolehlah kiranya apabila saya mengeluarkan pendapat saya melalui kaca mata seorang rakyat biasa. Menurut saya, partai demokrat sebagai pemenang pemilu tahun 2009 terlalu berlebihan menanggapi hal ini. Dari awal sejak akan di berlakukannya hak angket century ini, partai demokrat seperti terlihat ketakutan, kebakaran jenggot. Yang saya heran, jikalau memang tidak terjadi kesalahan, atau tidak terbukti adanya aliran dana bank century yang menuju ke rekening partai demokrat, lalu mengapa partai demokrat seperti ketakutan? Seperti ingin menghalang-halangi kerja pansus. Secara logika, apa yang terjadi saat ini adalah merupakan sebuah kepanikan luar biasa yang di tunjukkan oleh partai demokrat. Atau mungkin juga oleh SBY sebagai ketua dewan pembina partai demokrat yang juga merupakan Presiden RI. Kalai saja memang partai demokrat tidak terlibat sedikitpun dengan kasus century, seharusnya anggota dari fraksi partai demokrat santai dan tidak terlihat panik. Karena yang saya lihat di layar televisi, loby-loby yang katanya di lakukan oleh partai demokrat menjelang rapat paripurna malam ini, semakin memperjelas bahwa partai demokrat ingin mempengaruhi partai-partai yang lain agar mempunyai pendapat seperti partainya. Sebagai rakyat biasa, saya justru makin percaya kalau partai demokrat benar-benar terlibat dalam kasus ini. Apalagi kalau mendengar issue tentang ancaman yang di berikan kepada partai koalisi yang anggotanya duduk sebagai mentri. Sungguh, sangat kekanak-kanakan, sangat orde baru!! Tentang penyebutan nama, menurut saya itu sangatlah perlu untuk di lakukan. Bukan karena apa-apa, tapi secara logika, kalau saja pansus hak angket century tidak menyebutkan nama dan hanya menyebutkan lembaga-lembaga yang bertanggung jawab, secara tidak langsung DPR sebagai lembaga tinggi negara tersebut memvonis sebuah lembaga sebagai lembaga korup. Dan membuat rakyat lalu berfikir bahwa semua orang yang terdapat di dalam lembaga tersebut adalah penjahat yang menyiksa rakyat kecil. Jikalau mereka menyebutkan nama, maka jelaslah oknum yang bertanggung jawab, tidak lalu menimbulkan fitnah bahwa semua orang yang mempunyai keterkaitan dengan lembaga tersebut ikut terlibat.

Lalu bagaimana dengan partai lainnya? Saya juga tidak sepenuhnya percaya bahwa apa yang mereka lakukan sepenuhnya untuk kepentingan rakyat. Sesungguhnya, kasus bail out century ini memiliki banyak kepentingan, dan menurut saya, dari banyaknya kepentingan tersebut, tidak ada satupun yang menyangkut kepentingan rakyat. Tetapi memang, semua ini harus terungkap dengan jelas, saya adalah sebagian dari masyarakat yang terus menunggu hasil akhir dari semua ini. Apakah mereka lebih memilih menghianati partner politik mereka, atau mereka memilih untuk menghianati rakyat. Sesungguhnya kebenaran sejati akan terungkap, saya percaya itu.


BIG RESPECT!!!

Leave a comment

Filed under Love Live Life, Political